News

Prabowo Tegaskan Komitmen Hentikan Kebocoran Anggaran

Jakarta (KABARIN) - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pengelolaan sumber daya negara sekaligus berupaya menghentikan kebocoran anggaran yang dinilai dapat menghambat pembangunan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa.

Dalam kesempatan itu, Prabowo memaparkan sejumlah capaian pembangunan, termasuk peresmian 1.151 kilometer jalan desa dengan nilai anggaran mencapai Rp5,4 triliun. Ia juga menyoroti berbagai upaya pemerintah dalam menekan kebocoran penerimaan negara.

“Begitu banyak uang kita menguap, hilang, dan ini pemerintah yang saya pimpin, saya bertekad untuk berbuat yang terbaik untuk menghentikan kebocoran-kebocoran ini,” ujar Prabowo.

Presiden menambahkan, pemerintah telah melakukan penertiban terhadap pengelolaan sumber daya alam, termasuk pengambilalihan lahan perkebunan kelapa sawit yang dinilai melanggar aturan serta penindakan terhadap tambang ilegal.

“Pemerintah saya telah merebut kembali, menguasai kembali lebih dari 5 juta hektare kebun kelapa sawit yang melanggar hukum… kita telah menutup ratusan tambang-tambang tanpa izin,” katanya.

Prabowo menilai pengawasan terhadap sumber daya alam perlu diperketat mengingat besarnya potensi kekayaan negara yang harus dikelola secara optimal untuk kesejahteraan rakyat.

Ia juga menegaskan bahwa kunci utama dalam pengelolaan negara adalah pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi.

“Karena itu, kuncinya adalah pemerintah harus bersih. Pemerintah harus benar-benar tidak boleh korup,” tegasnya.

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: